Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memutuskan suatu hukum atau menghukumi manusia dengan apa-apa yang diturunkan-Nya. Seperti halnya Rasulullah SAW, beliau secara langsung mengadili dan menghukumi perkara yang muncul di tengah-tengah masyarakat dengan hukum dan aturan yang diturunkan Allah SWT. Termasuk dalam hal yang berkaitan dengan harta benda. Ketika terjadi persengketaan ekonomi syari’ah, maka diperlukan suatu instrumen penting sebagai solusi yang adil bagi para pihak-pihak yang bersengketa. Dengan menggunakan model shulh (perdamaian), tahkim (arbitrase) dan wilayat al-Qadha (Kekuasaan Kehakiman) diharapkan dapat menjadi solusi dalam persengketaan ekonomi syari’ah ini.
Keywords :
Ekonomi syari’ah, shulh, tahkim, wilayat al-Qadha
Al-Qur’an al-Karim.
Al-Bantani, Tubagus Najib, Al-Qur’an Mushaf Al-Bantani, Banten: MUI Provinsi Banten, 2012.
Suganda, A. D. (2010). Kajian Pelaksanaan Kad Kredit Syariah di Bank Danamon Syariah, Indonesia. Kuala Lumpur: University of Malaya.
Al-Kattani, Abd al-Hayyi, at-Taratib al-Idariyah, I/258, Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi.
Ensiklopedia Hukum Islam, Jilid V, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997.
Majelis Ulama Indonesia, Himpunan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah Tentang Ekonomi Syari’ah, Yogyakarta: Pustaka Zeedny, 2009.
Mas’adi, Ghufran A, Fiqh Muamalah Kontekstual, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Munawir, A.W, Kamus Al-Munawir, Pondok Pesantren Al-Munawir, Yogyakarta, 1984.
Praja, Juhaya S, Ekonomi Syari’ah, Bandung: Pustaka Setia, 2012.
Supriyadi, Dedi, Sejarah Peradaban Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2008.
Zein, Satria Effendi M, Arbitrase Dalam Syariat Islam, dalam Arbitrase Islam di Indonesia, Badan Arbitrase Muamalat Indonesia Kerjasama dengan Bank Muamalat, Jakarta: BAMUI, 1994.